Sejak pertama kali berdiri, IPNexia dikenal sebagai perusahaan inovatif yang menyebut dirinya sebagai “Integroperator”. Artinya, IPNexia menggabungkan keahlian sebagai operator telekomunikasi dengan kelincahan sebuah integrator teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Berbasis di Diegem, wilayah Brussels, Belgia, IPNexia tidak hanya menyediakan konektivitas, tetapi juga solusi komunikasi terpadu untuk pasar bisnis (B2B).
Layanan utama IPNexia mencakup VoIP, konektivitas enterprise, dan layanan cloud. Dengan lebih dari 3.000 pelanggan perusahaan di seluruh Belgia, IPNexia berfokus pada kualitas layanan, keandalan teknologi, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
Bagi IPNexia, pelanggan adalah inti dari bisnis mereka. Mulai dari audit telekomunikasi awal, perancangan jaringan, proses implementasi, hingga dukungan berkelanjutan, semuanya dilakukan dengan komunikasi terbuka, transparansi, dan solusi yang disesuaikan dengan kebutuhan unik setiap pelanggan.
Sebagai perusahaan yang mengedepankan teknologi modern dan kepuasan pelanggan, IPNexia melihat penggantian infrastruktur backbone data center sebagai momen yang tepat untuk melakukan peningkatan besar. Tujuannya adalah membangun sistem yang andal, mudah dikembangkan, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan, sejalan dengan layanan komunikasi yang mereka berikan.
Tantangan yang Dihadapi
Saat bersiap memasuki fase pertumbuhan berikutnya, IPNexia menghadapi beberapa tantangan serius pada infrastruktur data center lama mereka, antara lain:
-
Perangkat keras yang sudah end-of-life
Perangkat jaringan mendekati akhir masa dukungan, sehingga menimbulkan risiko keamanan dan tidak lagi mendapatkan pembaruan penting. -
Ketergantungan pada satu vendor (vendor lock-in)
Infrastruktur lama membuat IPNexia terikat pada satu vendor, sehingga fleksibilitas rendah dan biaya sulit dikendalikan. -
Arsitektur jaringan yang sudah ketinggalan zaman
Tidak adanya desain spine-leaf modern menyebabkan keterbatasan skalabilitas dan potensi kemacetan lalu lintas data antar server (east-west traffic). -
Keterbatasan port 100G
Kebutuhan bandwidth tinggi tidak dapat dipenuhi dengan optimal, terutama untuk ekspansi di masa depan. -
Kurangnya kemampuan otomasi dan programmability
Infrastruktur lama sulit diintegrasikan dengan platform orkestrasi modern dan pendekatan Infrastructure-as-Code. -
Migrasi tanpa downtime
IPNexia harus memastikan layanan pelanggan tetap berjalan tanpa gangguan selama proses migrasi.
Solusi yang Dipilih
Bekerja sama dengan Deca Consulting, IPNexia memilih membangun infrastruktur data center yang modern, terbuka, dan sepenuhnya otomatis, menggunakan perangkat Edgecore Networks dengan Enterprise SONiC.
Solusi utama yang diterapkan meliputi:
-
Arsitektur spine-leaf berbasis VxLAN EVPN
Desain ini menggunakan banyak koneksi 100G untuk menciptakan lalu lintas data yang lancar, scalable, dan bebas bottleneck. -
Switch Edgecore Enterprise dengan SONiC
Dipilih karena pendekatan open networking, stabilitas kelas enterprise, serta kebebasan dari ketergantungan vendor tunggal.Perangkat yang digunakan:
-
Spine Layer: Edgecore AS7726-32X (DCS204)
-
Leaf Layer: Edgecore AS7326-56X (DCS203)
-
-
Zero Touch Provisioning (ZTP)
Pada tahap awal (Day-0), switch baru dapat melakukan instalasi software dan konfigurasi dasar secara otomatis tanpa intervensi manual. -
Otomasi konfigurasi Day-1
Menggunakan NetBox sebagai sumber data utama (single source of truth), lalu diterjemahkan menjadi konfigurasi jaringan melalui Ansible playbook. -
Infrastructure-as-Code
Seluruh perubahan jaringan dikelola layaknya kode program, sehingga mudah dilacak, diuji, dan dikembalikan (rollback) jika terjadi masalah.
Gambaran Perangkat yang Digunakan
DCS203 – Edgecore AS7326-56X
-
Switch data center 2 Tbps
-
48 port 25G + 8 port 100G
-
Cocok untuk data center fabric yang efisien dan terbuka
-
Digunakan sebagai leaf switch
DCS204 – Edgecore AS7726-32X
-
Switch data center 3,2 Tbps
-
32 port 100G
-
Digunakan sebagai spine atau Top-of-Rack
-
Performa tinggi untuk lalu lintas backbone data center
Hasil yang Dicapai
Setelah implementasi, IPNexia mendapatkan berbagai manfaat nyata:
-
Topologi spine-leaf modern
Jaringan 100G non-blocking memberikan performa stabil dengan latensi rendah dan menghilangkan hambatan dari desain lama. -
Zero-touch provisioning
Proses deployment yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam kini hanya membutuhkan hitungan menit. -
Operasional berbasis otomasi
Konfigurasi jaringan menjadi konsisten, mudah diaudit, dan terdokumentasi dengan baik. -
Skalabilitas tinggi
Penambahan kapasitas cukup dengan menambah leaf switch tanpa mengganggu layanan yang sudah berjalan. -
Fondasi kemitraan strategis
Kerja sama dengan Edgecore membuka akses dukungan jangka panjang, transfer pengetahuan, dan inovasi platform ke depan.
Kesimpulan
Dengan mengadopsi solusi open networking berbasis Edgecore dan SONiC, IPNexia berhasil membangun data center yang fleksibel, otomatis, dan siap masa depan. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan performa teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan IPNexia dalam memberikan layanan komunikasi berkualitas tinggi bagi pelanggan bisnis mereka.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan edge core indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi edgecore.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
