Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah mengubah cara perusahaan mengolah data, menjalankan aplikasi, dan membangun pusat data (data center). Namun, semakin canggih teknologi AI, semakin besar pula kebutuhan akan infrastruktur yang mampu menangani beban kerja yang sangat tinggi.
Saat ini, tantangan terbesar dalam pengembangan AI bukan hanya kemampuan komputasi, tetapi juga masalah jaringan, pendinginan, dan efisiensi energi. Untuk menjawab tantangan tersebut, Edgecore Networks bersama sejumlah mitra teknologi global memperkenalkan solusi infrastruktur AI generasi berikutnya pada ajang Computex 2026 di Taiwan. Solusi ini disebut sebagai langkah menuju era “All-Photonics AI Infrastructure” atau infrastruktur AI berbasis cahaya.
Mengapa Infrastruktur AI Perlu Berubah?
Dalam beberapa tahun terakhir, model AI berkembang sangat cepat. Pelatihan model AI modern membutuhkan ribuan GPU yang bekerja secara bersamaan dalam satu klaster besar.
Masalahnya, semakin banyak GPU yang digunakan, semakin besar pula konsumsi daya dan panas yang dihasilkan. Saat ini banyak rak server AI yang membutuhkan daya lebih dari 100 kW. Sistem pendingin udara tradisional mulai kesulitan menangani kebutuhan tersebut. Selain itu, koneksi berbasis kabel tembaga yang selama ini digunakan juga mulai menjadi hambatan karena menambah latensi dan konsumsi energi.
Karena itulah industri mulai beralih ke teknologi fotonik, yaitu teknologi yang menggunakan cahaya sebagai media transmisi data.
Apa Itu All-Photonics Network?
All-Photonics Network (APN) merupakan konsep jaringan yang memanfaatkan cahaya untuk mengirimkan data dari satu titik ke titik lain. Teknologi ini merupakan bagian dari inisiatif IOWN (Innovative Optical and Wireless Network) yang dipelopori oleh NTT.
Dibandingkan jaringan tradisional berbasis sinyal listrik, jaringan optik memiliki beberapa keunggulan:
-
Latensi jauh lebih rendah.
-
Konsumsi energi lebih efisien.
-
Kapasitas bandwidth lebih besar.
-
Tidak terpengaruh interferensi elektromagnetik.
-
Lebih mudah diskalakan untuk kebutuhan AI masa depan.
Dengan kata lain, jaringan berbasis cahaya memungkinkan data bergerak lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan jaringan konvensional.
Edgecore Open Fabric: Infrastruktur AI Generasi Baru
Dalam acara Computex 2026, Edgecore memperkenalkan solusi yang dinamakan Edgecore Open Fabric: Built for IOWN. Platform ini menggabungkan beberapa teknologi penting dalam satu arsitektur terpadu, yaitu:
-
Jaringan optik (optical networking)
-
Komputasi AI berskala besar
-
Teknologi memori bersama (composable compute)
-
Pendinginan cair (liquid cooling)
-
Open networking berbasis standar terbuka
Tujuan utama solusi ini adalah membangun infrastruktur AI yang lebih cepat, hemat energi, dan mudah dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
Jaringan Optik dengan Kecepatan Tinggi
Salah satu komponen utama platform ini adalah switch optik IRX3032 OWS dan AMX3200 yang mampu menyediakan bandwidth hingga 102,4 Tbps.
Untuk memberikan gambaran sederhana, bandwidth sebesar itu memungkinkan ribuan server AI saling bertukar data secara bersamaan dengan latensi yang sangat rendah. Edgecore menyebutkan bahwa teknologi ini mampu mencapai latensi sekitar 160 nanodetik, jauh lebih cepat dibandingkan solusi jaringan konvensional.
Hal ini menjadi sangat penting karena performa AI modern sangat bergantung pada kecepatan pertukaran data antar GPU dan server.
Komputasi yang Lebih Fleksibel
Selain jaringan, Edgecore juga menghadirkan konsep composable infrastructure.
Biasanya, server memiliki CPU, GPU, dan memori yang terpasang secara tetap. Jika membutuhkan kapasitas tambahan, perusahaan harus membeli perangkat baru.
Melalui teknologi CXL (Compute Express Link), sumber daya seperti memori dapat dibagi dan digunakan bersama oleh banyak server. Bahkan platform ini memungkinkan hingga 20 TB memori digunakan secara fleksibel antar node komputasi.
Pendekatan ini membuat perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan perangkat keras tanpa harus melakukan investasi besar setiap kali kebutuhan meningkat.
Liquid Cooling Menjadi Kunci
Salah satu sorotan utama dalam solusi Edgecore adalah penggunaan teknologi pendinginan cair atau liquid cooling.
Jika sebelumnya udara digunakan untuk mendinginkan server, kini cairan khusus digunakan untuk menyerap panas secara lebih efektif.
Menurut Edgecore, sistem Cooling Distribution Unit (CDU) yang mereka tampilkan mampu menangani kapasitas panas hingga 200 kW per rak server. Selain itu, teknologi ini juga dapat membantu meningkatkan efisiensi energi pusat data hingga sekitar 20 persen.
Di era AI, pendinginan bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari strategi infrastruktur.
Kolaborasi dengan Banyak Pemimpin Teknologi
Keunikan proyek ini adalah keterlibatan berbagai perusahaan teknologi ternama dunia.
Beberapa mitra yang berpartisipasi antara lain:
-
AMD
-
Intel
-
Broadcom
-
Astera Labs
-
Marvell
-
NTT
-
LIQID
-
Penguin Solutions
-
Preferred Networks
-
1FINITY
Setiap perusahaan berkontribusi pada bagian tertentu, mulai dari prosesor AI, teknologi memori, jaringan optik, hingga perangkat lunak manajemen infrastruktur.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur AI masa depan tidak bisa dilakukan oleh satu vendor saja, tetapi membutuhkan ekosistem yang terbuka dan saling terintegrasi.
Aplikasi Nyata yang Sudah Berjalan
Yang menarik, teknologi IOWN tidak hanya menjadi konsep atau eksperimen laboratorium.
Beberapa implementasi yang sudah digunakan meliputi:
-
Operasi bedah jarak jauh.
-
Produksi media dan siaran real-time.
-
Pengendalian alat berat dari lokasi berbeda.
-
Diagnosa medis berbasis AI.
-
Sistem keamanan industri.
-
Infrastruktur AI terdistribusi antar pusat data.
Keberhasilan implementasi tersebut menunjukkan bahwa jaringan fotonik sudah mulai digunakan dalam berbagai skenario dunia nyata.
Kesimpulan
Peluncuran Edgecore Open Fabric pada Computex 2026 menunjukkan arah baru industri infrastruktur AI. Dengan menggabungkan jaringan optik, komputasi fleksibel, dan pendinginan cair, Edgecore bersama para mitranya berupaya membangun fondasi yang mampu mendukung kebutuhan AI generasi berikutnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk AI, teknologi berbasis cahaya atau fotonik diprediksi akan menjadi komponen penting dalam pusat data masa depan. Bagi perusahaan yang ingin mempersiapkan diri menghadapi era AI skala besar, solusi seperti yang diperkenalkan Edgecore dapat menjadi gambaran bagaimana infrastruktur modern akan dibangun dalam beberapa tahun ke depan.
edge core Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi edge core.
Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
